Pengakuan Para Pemeran Film Porno Buatan Rumah Produksi di Jaksel



Jakarta, CNN Indonesia

Sebanyak 12 pemeran wanita dan pria yang terlibat dalam pembuatanfilm porno oleh rumah produksi di Jakarta Selatan menjalani pemeriksaan sebagai saksi, Selasa (19/9).

Usai diperiksa, selebgram yang dikenal dengan nama Virly Virgnia mengaku merasa dijebak untuk berperan dalam film buatan rumah produksi tersebut.

“Memang saya merasa dijebak karena di sini saya juga sebenarnya enggak tau kalau itu bakal ada web dewasa,” kata Virly di Polda Metro Jaya, Selasa (19/9).

Kendati demikian, Virly menyampaikan dirinya bisa terlibat menjadi pemeran karena memang diajak oleh sutradara berinisial I yang kini telah berstatus sebagai tersangka.

Sebagai pemeran dalam film porno tersebut, Virly menyebut dirinya hanya diberi bayaran sebesar Rp1 juta hingga Rp2 juta.

“Saya memang dipastikan memang ditawarkan sama om Irwan ya, Irwansyah. Jadi semuanya memang disuruh dan dipaksa sama Irwansyah,” ucap dia.

Sementara itu, selebgram dengan nama panggung Meli3gp mengaku dirinya diteror sutradara berinisial I untuk ikut terlibat sebagai pemeran.

Meli3gp turut menyebut awalnya ia ditawari untuk membuat sebuah konten YouTube. Namun, ternyata justru berperan dalam sebuah film dewasa.

“Aku awalnya juga enggak mau, tapi dia maksa banget. Dia lebih ke teror, karena telepon terus-terusan enggak berhenti dengan nomor yang berbeda,” ujarnya.

Bahkan, Meli3gp dirinya hanya diberi bayaran sebesar Rp1 juta untuk memerankan satu judul film buatan rumah produksi tersebut.

“Kemarin kan ada yang bilang dibayar Rp10 juta sampai Rp15 juta, tapi nyatanya aku cuma dibayar Rp1 juta,” ucap dia.

“Aku cuma 1 episode, trauma main di situ. Dari jam 11 siang sampai jam 3 pagi disuruh main di situ dan dipaksa mainin adegan yang dia suruh,” sambungnya.

Baca Juga Perwira TNI Nikah Ganda, Istri Sah Baru Tahu Setelah 15 Tahun Kemudian

Setelahnya, kata Meli3gp, dirinya sempat kembali ditawari untuk berperan. Namun, ia menolaknya meski diiming-imingi bayaran yang jauh lebih tinggi.

“Dia sempet ngajak aku main lagi tiga kali, tapi aku enggak mau. Dia nawarin 3 hari Rp5 juta, 3 hari Rp7 juta terus 1 hari Rp1,5 juta. Aku enggak mau, karena udah trauma,” tuturnya.

Serupa, Zafira Sun yang juga terlibat sebagai pemeran merasa ditipu oleh sutradara I. Sebab, dalam prosesnya tidak sesuai dengan kesepakatan yang dibuat.

Zafira diketahui terlibat sebagai pemeran untuk empat judul film. Sebagai pemeran, ia mengaku mendapat bayaran sebesar Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta.

“Sesuai dengan kesepakatan awal bahwa pihak Irwansyah tidak melakukan edit, karena dari awal itu ada screening dan mengaku punya legalitas dan fakta di lapangannya, tidak ada edit sama sekali,” ucap Zafira lewat kuasa hukumnya, Jabarudin Wukuf.

[Gambas:Video CNN]

Di sisi lain, selebgram Chaca Novita mengaku dirinya tak mengetahui bahwa film yang akan diperankannya merupakan film dewasa. Total, ada dua judul film di mana dirinya terlibat di dalamnya.

“Saya enggak mengira kalau kayak gitu. Intinya ditawari saya pikir kayak film Pintu Berkah gitu,” katanya.

Lewat kuasa hukumya, Chaca menerangkan awalnya dia mendapat pesan lewat media sosial dari sebuah rumah produksi. Setelahnya, ia ditawari berperan dalam sebuah film dengan iming-iming mereka legal dan sebagainya.

Singkat cerita, Chaca pun datang untuk melakukan casting. Dalam proses itu, rumah produksi kembali meyakinkan bahwa mereka adalah perusahaan yang sah dan legal.

“Tapi pas datang ke sana, CN ini ternyata langsung suruh main. Dia sempat mau nolak, bukan dia diam. Dia menolak, dia tidak mau, tapi ternyata yang ngajak atau yang menghubungi CN ini ternyata marah,” ucap Acong Latif, kuasa hukum Chaca.

Baca Juga Dulu Kritik dan Curigai, Kini DPR Dukung & Puji Food Estate

“Karena dia perempuan, sendiri datang ke situ, akhirnya dia tidak bisa menolak. Akhirnya dia syuting jadi pemeran di situ. Ini yg maksud saya dia korban. Korban rayuan, korban paksaan, seperti yang saya sampaikan tadi,” lanjutnya.

Fatra Ardianata, salah satu pemeran pria yang terlibat mengungkapkan awalnya ia ditawari pekerjaan untuk berperan dalam sebuah web series.

Dalam bayangannya, kata Fatra, ia berpikir nantinya web series itu akan ditayangkan di televisi nasional. Namun, nyatanya ia justru diminta untuk berperan di film dewasa.

“Satu lagi, kita dibilang ini film legal, berbadan hukum punya pengacara pribadi saudara I, dia bilang ini berbadan hukum legal, jadi kita coba memainkannya, karena kita otak kita digiring opininya ini legal, lo enggak usah takut mainin film film ini, seperti itu,” tutur dia.

Fatra pun terlibat setidaknya dalam beberapa judul film. Salah satunya diketahui berjudul Keramat Tunggak. Namun, setelahnya ia memilih keluar karena merasa tak cocok.

“Memang enggak mau lanjutin lagi. Karena mungkin sudah enggak cocok untuk dimainin. Kalau saya sih udah lah,” ujarnya.

Pesinetron Ujang Ronda ternyata juga terlibat dalam pembuatan film Keramat Tunggak oleh rumah produksi ini. Dalam film itu, ia berperan sebagai ‘wa ujang’.

Ujang pun mengaku tak tahu menahu jika film tersebut merupakan film porno. Ia juga mengaku dirinya bermain peran dalam film itu tanpa ada skenario.

“Gue syuting itu, enggak pakai skenario, gue improvisasi,” ucap Ujang.

“Enggak ada (adegan porno di film) karena gue improvisasi, enggak ada skenarionya, jadi gue kejebak,” lanjutnya.

Ujang turut mengungkapkan dirinya mau berperan setelah ditawari bahwa ia akan memainkan sisi religi dan komedi dalam film tersebut.

Baca Juga Kejagung Periksa Head Engineer Bukaka dan Dirut Farika Beton Terkait Korupsi Tol MBZ

Ia pun akhirnya menerima tawaran itu dan mendapat bayaran sebesar Rp500 ribu. Alasan lain Ujang menerima tawaran itu karena terdesak situasi pandemi Covid-19.

“Gue main sebagai ‘wa ujang’, ada salah satu tempat prostitusi, gue dagang kopi di situ, begitu orang abis a night to remember di situ, ngobrol sama gue sambil ngopi, jadi gue bilangin, ‘neng, enggak ada salahnya kalau lu cari laki yang baik-baik, emang lu nggak capek hidup begini terus?’ Gue cuma nasihatin aja, kelar syuting pun gue pulang, dan gue enggak tahu ada adegan begitu,” kata Ujang.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya sebelumnya membongkar rumah produksi yang membuat film porno di wilayah Jakarta Selatan.

Dari serangkaian penyelidikan dan penyidikan, polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka. Salah satunya adalah I yang berperan sebagai sutradara, admin, pemilik dan yang menguasai website serta produser dari film-film yang diunggah di tiga situs tersebut.

Kini, polisi juga melayangkan surat panggilan terhadap 11 perempuan dan lima pria yang menjadi pemeran dalam film porno buatan rumah produksi di Jakarta Selatan.

Para pemeran dalam film porno tersebut sebagian besar berasal dari artis hingga selebgram yang salah satunya dikenal dengan nama alias Siskaeee.

(dis/dzu)


[Gambas:Video CNN]

fbq('init', '1047303935301449'); fbq('track', "PageView");





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *